kumpulan cerita dewasa,cerita sex,cerita ngentot,cerita mesum,setengah baya,daun muda,selingkuh,cewek cantik,paling hot dan paling bikin nafsu birahi

Sabtu, 02 Januari 2016

Cerita Sex Dengan Tante Hesti Bahenol

Cerita Sex Dengan Tante Hesti Bahenol . Sebut saja namaku Dannang 30 tahun, berparas semacam secara umum dikuasai orang pribumi dan kata orang aku orangnya manis, atletis, hidung mancung, bertubuh sexy sebab terbukti aku suka olah raga. Aku bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan besar di kota Surabaya dan statusku married. Perlu pembaca ketahui bahwa sebelum aku bekerja di Surabaya ini, aku merupakan termasuk salah satu orang yang minder dan kuper sebab terbukti lingkungan keluarga mendidik aku sangat disiplin dalam segala hal. Dan aku bersyukur sekali sebab seusai keluar dari rumah  tidak sedikit sekali kenyataan nasib yang penuh dengan “warna-warni” dan “pernah-pernik”nya.

Kisah tersebut berawal terjadi sebagai akibat seringnya aku main chatting di kantor di ketika kerjaan lagi kosong. Mulai belia aku merupakan termasuk seorang pecinta sex education, karna buat aku sex merupakan sesuatu yang mengagumkan apabila kita mampu menerjemahkannya dalam bentuk visualnya. Dan terbukti mulai SD, SMP hingga SMA nasib aku rutin dikelilingi cewek-cewek yang cakep sebab terbukti aku mampu menjadi “panutan” buat mereka, itu terbukti dengan rutin terpilihnya aku menjadi ketua osis selagi aku menempuh pendidikan.

Cerita Sex Dengan Tante Hesti Bahenol

Balik pada ceritaku, dunia chatting merupakan ‘accses’ untuk mengetahui tidak sedikit wanita dengan segala status yang mereka miliki; mulai ABG, mahasiswi, bunda belia hingga wanita sebaya, di luar jam kantor. Dan mulai dari sinilah aku mulai mengetahui apa itu “kehidupan sex having fun”. Cerita sex gangbang

Suatu ketika aku chatting dengan memakai nickname yang menantang kaum hawa untuk pv aku, hingga masuklah seorang bunda belia yang berusia 32 tahun sebut saja namanya Hesti. Hesti yang bekerja di salah satu perusahaan swasta sebagai sekretaris dengan paras yang cantik dengan bentuk tubuh yang ideal (itu semua aku ketahui seusai Hesti tidak jarang kirim gambar Hesti email aku). Kegiatan kantor aku tidak akan lengkap tanpa online sama dirinya setiap jam kantor dan dari sini Hesti tidak jarang curhat mengenai kehidupan rumah tangganya. Karena kita berdua telah tidak jarang online, Dia tidak segan-segan menceritakan kehidupan sex nya yang cenderung tidak mampu menikmati dan meraih kepuasan. Kami berdua berbagi setiap peluang online maupun mungkin aku sempatkan untuk call dia.

sampai ketika sebuah hari, kami putuskan untuk jumpa darat sepulang jam kantor, aku lupa tanggal berapa tapi yang tentu hari pertemuan kami tentukan bersama hari Jum’at. Setelah menentukan dimana aku mau jemput, sepulang kantor aku pribadi kendarai kendaraan beroda empat butut starletku untuk meluncur di kawasan yang janjikan. Dengan perasaan deg-deg an, sepanjang perjalanan aku berfikir secantik apakah Hesti yang usianya lebih tua dari aku 2 tahun. Dan pikiranku terasa terus amburadul ketika aku bener-bener ketemu dengan Hesti. Wow! Aku berdecak kagum dengan kecantikan Hesti, tubuhnya yang sexy dengan penampilannya yang anggun membuat setiap kaum adam berdesir melihatnya. Tidak terkesan dirinya seorang bunda belia dengan 3 orang anak, Hesti merupakan sosok cewek favorite aku. Mulai dari wajahnya, dadanya, pinggulnya dan alamak.. pantatnya yang sexy membuat aku menelan ludahku dalam-dalam sewaktu membayangkan bagaimana apabila aku mampu bercinta dengan Hesti. cerita hot sex

Tanpa pikir panjang dan menutupi kegugupan aku. Aku memancing untuk memperkenalkan berangkat ke salah satu motel di aspek kota (yang aku tahu dari temanku). Sepanjang perjalanan menuju hotel, jantungku berdetak kencang setiap melirik paras Hesti yang cantik sekali dan aku membayangkan apabila aku mampu menikmati bibirnya yang tipis.. Dan sepanjang itu juga “adik kecilku” mulai bangkit dari tidurnya. Tidak lama sampailah kami di salah satu Motel, aku pribadi memasukan mobilku kedalam salah satu kamar 106. Cerita sex

Didalam kamar aku amat grogi sekali bertatapan dengan wajah Hesti..

“Met kenal Dannang,” Hesti membuka obrolan.

“hey Hesti..,” aku jawab dengan gugup.

Aku sungguh tidak percaya dengan yang aku hadapi, seorang bunda rumah tangga yang cantik sekali, hingga sempat aku berfikir hanya suami yang bodoh apabila tidak mampu menyayangi wanita secantik Hesti. cerita dewasa
Kami berkata hanya sekedar intermezo saja sebab terbukti kami berdua tampak gugup ketika pertemuan pertama tersebut. Sedangkan jantungku berdetak keras dibareng “adik kecilku” yang telah meronta ingin unjuk gigi.

“Dandy meskipun kita di sini, tidak apa-apakan apabila kita tidak bercinta,” kata Hesti.

Aku tidak menjawab sepatah katapun, dengan lembut aku gapai lengannya untuk duduk di tepi ranjang. Dengan lembut pula aku rangkul dirinya untuk rebahan diranjang dan tanpa terasa jantungku berdetak keras, bagai dikomando aku menciumi leher Hesti yang terkesan sanagt bersih dan putih. Cerita sex tante

“ Hesti kamu sangat cantik sayang..,” aku berbisik.

“Dann.. jangan please..,” desahan Hesti membuat aku terangsang.

Lidahku terus nakal menjelajahi leher Hesti yang jenjang.

“Akhh Dannang..”

Tanpa terasa tanganku mengawali nakal untuk menggerayangi payudara Hesti yang aku rasakan mulai mengencang mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya.

“Ooohh.. Danddyy..”

Hesti mulai mengikuti rangsangan yang aku perbuat di dadanya. Aku terus berani untuk melakukan yang lebih jauh..

“Hesti, aku buka jas kamu ya, biar tidak kusut..,” pintaku.

Hesti cuma mengikuti pergerakan tanganku untuk memreteli jasnya, hingga akhirnya dirinya hanya mengenakan tanktop warna hitam. Dadaku terus naik turun, ketika pundaknya yang putih nampak dengan terperinci dimukaku. Setelah jas Hesti terbuka, aku berusaha naik di tubuh dia, aku ciumi bibir Hesti yang tipis, lidahku menjelajahi bibirnya dan memburu pengecap Hesti yang mulai terangsang dengan aktivitas aku. Tanganku yang nakal mengawali luar biasa tanktop warna hitam dan..

Wow.. tersembul puting yang kencang.. Tanpa pikir panjang aku melepas lumatan dibibir Hesti untuk kemudian mulai melpeas BH dan menjilati puting Hesti yang berwana kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat puting Hesti berdiri dengan kencang.. sedangkan tangan kananku memilin puting Hesti yang lain nya. cerita hot sex

“Ooohh Danndyy.. kamu nakal sekali sayang..,” rintih Hesti.

Dan ketika aku mulai menegang..

“Tok.. tok.. tok.. room service.” Ahh.. sialan pikirku, menganggu saja roomboys ini. Aku meraih uang 50.000-an dikantong kemejaku dengan andalan agar dirinya cepat pergi.

Sesudah roomboy’s pergi, aku tidak menyampaikan peluang untuk Hesti bangkit dari pinggir. Parfum Hesti yang harum meningkatkan gairah aku untuk terus berani menjelajahi seluruh tubuhnya. Dengan bekal pengetahuan sex yang aku ketahui (baik dari majalah, film BF maupun obrolan-obrolan kawan kantor), aku terus berani berbuat lebih jauh dengan Hesti. Aku beranikan diri untuk mulai membuka CD yang dipakai Hesti, dan darahku mendesir ketika menonton tidak ada sehelai rambutpun di bagian vagina Hesti. Tanpa berpikir lama, aku pribadi menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke dalam lubang vagina Hesti. Cerita sex tante

“Oohh.. Dan.. nikmat.. sayang,” Hesti merintih kenikmatan tiap lidahku menghujam lubang vaginanya dan sesekali menekan kepalaku untuk tidak melepaskan kenikmatan itu. Dan disaat dirinya sedang menikmati jilatan lidahku, telunjuk jari kiriku aku masukkan dalam lubang vagina dan aku terus tahu apabila dirinya lebih mampu menikmati apabila diperlakukan semacam itu. Terbukti Hesti menggeliat dan mendesah disetiap gerakan jariku keluar masuk. cerita ngentot tante

“Aakkhh Dann.. kamu terbukti pintar sayang..,” desah Hesti.

Disaat kocokkan jariku terus cepat, Hesti telah mulai menunjukan ciri-ciri orang yang mau orgasme dan sesat kemudian..

“Dann.. sayang.. aku nggak tahan.. oohh.. Dan.. aku mau..” visa menggelinjang canggih sambil menggapit kedua pahanya jadi kepalaku terasa sesak dibuatnya.

“Daann.. ookkhh.. aakuu keluaarr.. crut-crut-crut.”

Hesti merintih panjang ketika clitorisnya memuntahkan cairan kental dan bersamaan dengan itu, aku membuka ekspresi aku lebar-lebar, jadi carian itu tidak ada yang menetes sedikitpun dalam mulutku.

Aku biarkan Hesti terlentang menikmati orgasmenya yang pertama, sambil membuka seluruh pakaian yang aku kenakan, aku memperhatikan Hesti begitu puas dengan foreplay aku tadi, itu terkesan dari raut wajahnya yang begitu berbinar-binar. Tanpa memberi waktu panjang, aku segera menghampiri tubuhnya yang tetap lemas dan luar biasa pinggulnya dipinggir ranjang, dan tanpa pikir panjang penisku yang berkapasitas 19 cm dengan bentuk melengkung, segera menghujam lubang kenikmatan Hesti dan sontak meringis..

“Aaakhh.. Dannang..,” desah Hesti ketika penisku melesak kedalam lubang vaginanya.

“Dandyy.. penis kamu besar sekali.. aakkh..”

Aku mencicipi setiap gapitan bibir vaginanya yang begitu seret, hingga aku berfikir suami macam apa yang tidak mampu mencicipi kenikmatan lubang senggama Hesti ini?

Aku berpacu dengan nafsu, keringatku bercucuran semacam mandi dan menetes diwajah Hesti yang mulai aku rasakan sangat menikmati permainan ini.

“Danddyy.. sudah.. sayang.. akhh..” sembari berteriak panjang aku rasakan denyutan bibir vagina mengapit batang penisku. lalu aku rasakan cairan hangat mulai meleleh dari vagina Hesti. Aku tidak mempedulikan desahan Hesti yang terus menjadi, aku hanya berusaha menyampaikan kepuasan bercinta, yang kata Hesti belum sempat mencicipi selagi berumah tangga. Setiap gerakan maju mundur penisku, rutin membuat tubuh Hesti menggelinjang canggih sebab sebetulnya bentuk penisku agak bengkok ke kiri. Cerita sex tante

Tiba-tiba Hesti mendekap tubuhku erat dan aku tahu itu tanda dirinya mencapai orgasme yang kedua kalinya. Penisku bergerak keluar masuk dengan cepat dan..

“Dann.. aku.. mau.. keluarr lagi.. aakk.. Kamu canggih sayang, aku.. nggak tahan..,” seiring jertian itu, aku mencicipi cairan hangat meleleh disepanjang batang penisku dan aku biarkan sejenak penisku didalam vaginanya.

Sesaat kemudian aku melepas penisku dan mengarahkan ke ekspresi Hesti yang tetap terlentang. Aku biarkan dirinya oral penisku.

“Ahh..,” sesekali aku merintih ketika giginya mengenai kepala penisku. Disaat dirinya asik menikmati batang penisku, jariku yang nakal, mulai menelusuri dinding vagina Hesti yang mulai basah lagi.

“Creek.. crekk.. crek..,” suara jariku keluar masuk dilubang vagina Hesti.

“Ohh.. Dannang.. enak sekali sayang..”

1.. 2.. 3.. 4.. 5.. jariku masuk bersamaan ke lubang vagina Hesti. Aku kocok keluar masuk.., hingga akhirnya aku nggak tahan lagi untuk mulai memasukkan penisku, untuk menggantikan 5 jariku yang telah “memperkosa” lubang kewanitaannya.

Dan..

“Ohh.. sayang aku keluar lagi..”

Orgasme yang ketiga diraih oleh Hesti dalam permainan itu dan aku pribadi meneruskan inisiatif menindih tubuh Hesti, berkali-kali aku masukkan hingga mentok.

“Aaakhh.. sayang.. enak sekali.. ohh..,” rintih Hesti. Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, menindih Hesti..

“Sayang aku boleh keluarin di dalam..,” aku tanya Hesti.

“Jangan.. aku nggak mau, entar aku hamil,” terperinci Hesti.

“Nggak deh sayang jangan khawatir..,” rengekku.

“Jangan Dandyy.. aku nggak mau..,” rintihan Hesti membuat aku terus bernafsu untuk menyampaikan orgasme yang berikutnya.

“Akhh.. oohh.. Dannang.. sayang keluarin kamu sayang.. aakkhh..,” Hesti memintaku.

“Kamu jangan tunggu aku keluar Dannang.. please,” pinta Hesti.

Disaat aku mulai mencapai klimaks, Hesti meminta berganti posisi diatas.

“Danndy aku pengen diatas..”

Aku melepas penisku dan pribadi terlentang. Hesti bangkit dan pribadi menancapkan penisku dlam-dalam di lubang kewanitaannya.

“Akhh gila, penis kamu canggih banget Dannang asyik.. oohh.. enak..,” Hesti merintih sambil menggoyangkan pinggulnya.

“Aduhh enak Dannang.. ”

Goyangan pinggul Hesti membuat gelitikan halus di penisku..

“ Hesti.. Hesti.. akh..,” aku mengerang kenikmatan ketika Hesti menggoyang pinggulnya.

“Dandy.. aku mau keluar sayang..,” sambil merintih panjang, Hesti menekankan dalam-dalam tubuhnya hingga penisku “hilang” ditelan vaginanya dan bersamaan dengan itu aku telah mulai mencicipi klimaks telah diujung kepala.

“ Hesti.. Hesti.. ahh..”

Aku biarkan spermaku muncrat di dalam vagianya.

“Croot.. croot..” semburan spermaku pribadi muncrat dalam lubang Hesti, namun tiba-tiba Hesti berdiri.
“Aakhh Dannang nakal..”

Dan Hesti berlari berhamburan ke kamar mandi untuk segera mencuci spermaku yang baru keluar dalam vaginanya, sebab terbukti dirinya tidak memakai sempat memakai KB.

Permainan itu selesai dengan penuh kenikmatan dalam diri kami berdua, sebab baru ketika bercinta denganku, dirinya mengalami multi orgasme yang tidak mampu digambarkan dengan kata-kata.

“ Dannang, kapan kamu ada waktu lagi untuk perbuat ini semua sayang,” tanya Hesti.

Aku menjawab lirih, “Terserah Hesti deh, aku akan rutin sediakan waktu buatmu.”

“Makasih sayang.. kamu telah menyampaikan apa yang selagi ini tidak aku dapatkan dari suami aku,” puji Hesti.

“Dann.. kamu canggih sekali dalam bercinta.. aku suka style kamu,” sekali lagi puji Hesti.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cerita Sex Dengan Tante Hesti Bahenol

0 komentar:

Posting Komentar